Langsung ke konten utama

Dianpinru SMP Negeri 9 Madiun

Dianpinru SMP Negeri 9 Madiun



MADIUN. SMP Negeri 9 Madiun mengadakan Geladian Pimpinan Regu (DIANPINRU) yang diikuti semua pimpinan regu dan wakil pimpinan regu penggalang maupun calon pimpinan regu dan calon wakil pimpinan regu penggalang. Dimana calon pimpinan regu dan calon wakil pimpinan regu penggalang dari kelas 7 dan 8. Sedangkan pimpinan regu dan wakil pimpinan regu penggalang yang bertugas sebagai pendamping berasal dari kelas 9.
Kegiatan ini diadakan pada tanggal 2 April 2015 hingga 3 April 2015. Bertempat di Kwarcab Sanggar Bhakti Kota Madiun yang beralamatkan di jalan Serayu Timur Kota Madiun. Dengan diikuti kurang lebih 80 peserta dan 8 panitia (pembina guru dan pembina dari Kwarcab). Dianpinru rutin digelar tiap tahun oleh pangkalan SMP Negeri 9 Madiun.
Menurut Kak Ratna selaku pembina pramuka, Dianpinru ini bertujuan untuk membentuk pimpinan regu dan wakil pimpinan regu yang baik dan cakap. Selain itu, juga sebagai sarana latihan secara praktis kepada para pemimpin regu dan wakil pimpinan regu penggalang dalam usaha memperaktekkan sistem beregu sebagai bekal untuk mengelola dan memimpin regunya serta membina kerjasama yang baik dalam pasukannya.
Kagiatan yang dilakukan selama acara ini adalah mendirikan tenda, upacara pembukaan, organisasi gerakan pramuka, administrasi pasukan penggalang, apel malam, meditasi alam,out bond, operasi semut (kegiatan bersih-bersih sebelum meninggalkan lapangan perkemahan) dan diakhiri upacara penutupan. Dengan diadakannya acara ini dihaapkan para siswa SMP Negei 9 Madiun, khususnya pimpinan regu dan wakil pimpinan regu handal dalam hal kepemimpinan kepramukaan. SALAM PRAMUKA !!


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268 “ Pulang ke kotamu . Ada setangkup haru dalam rindu . Masih seperti dulu tiap sudut . Menyapaku . Bersahabat penuh selaksa makna . Terhanyut aku akan nostalgia . Saat kita sering luangkan wakt u. Nikmati bersama suasana jogja ......” Dua punakawan kondang sedang on the way menuju bumi. Seiring dengan lantunan merdu lirik yang terdengar saat mereka melintasi kayangan dalam perjalanan menuju ke bumi dan mendarat tepat di suatu kota yang indah bernama Yogyakarta. Lagu yang dinyayikan makhluk bumi yang disebut manusia. Sebelum mereka sampai ke Yogyakarta mereka bertransformasi ke wujud manusia. Agar terlihat normal. Petruk : Reng, kepriye yen awak e dewe ngerubah wujud dadi manungso? Gareng : Lho la ngopo? Petruk : Yo ben ketok normal to, mosok awak e dewe melakukan peyelidikan nganggo wujud koyo ngene. Engko sing ono kabeh podo wedi. Gareng : Ooooo yo bener-bener. Yo wis ayo ngerubah wujud da...

Kisah Maja di Peristirahatan Terakhir Sang Tereksekusi

Kisah Maja di Peristirahatan Terakhir Sang Tereksekusi Seminggu sudah berlalu semenjak peristiwa eksekusi mati yang dijatuhkan pada 9 terpidana mati di Lapas besi Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah (29/4). Salah satu terpidana mati tersebut adalah Raheem Agbaje Salami alias Stefanus Jamiu Owulabi Abashin. Ia akhirnya tak bisa menghindar dari eksekusi mati. Dini hari (29/4) terpidana perkara narkotika asal Nigeria itu menghadapi regu tembak Polda Jateng di Lapas Besi Nusakambangan. Permintaan terakhirnya sebelum dieksekusi adalah dimakamkan di Madiun tempat kekasihnya tinggal. Sehingga Usai misa di PMM jenazah dibawa ke bawa ke TPU Pace keras di Jalan Serayu kota Madiun untuk dimakamkan. Namun taukah kamu jika ternyata di TPU pace keras tempat peristirahatan terakhir Raheem sang tereksekusi menyimpan cerita??? Nah lo pasti mikirnya udah yang horor-horor yaaaa ??. Kisah nya bukan kisah mistis kok. Ini bukan soal penampakan atau hantu gentayagan lo. Melainkan kisah tentang buah...

Pentas Tunggal ke-26 IKIP PGRI Madiun

Pentas Tunggal ke-26 IKIP PGRI Madiun Kesadaran adalah matahari Kesabaran adalah bumi Keberanian menjadi cakrawala Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata – kata ( W.S. Rendra ) Begitulah penggalan puisi karya W.S Rendra yang berjudul “Paman Doblang”. Puisi ini sekaigus menjadi motto dari Teater Bissik. Teater Bissik merupakan salah UKM di IKIP PGRI MADIUN yang bergerak di bidang seni pertunjukan. Berdiri pada tanggal 12 November 2002, Mengacu pada motto itulah, Teater BISSIK hidup dengan begitu dinamis, eksistensi dan loyalitas mengakar begitu kuat pada hati para anggotanya, hal itupun mengakar tanpa adanya doktrin-doktrin namun tumbuh dengan kecintaan, kesadaran serta keikhlasan. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia seni khususnya dunia pentas teater dan akting telah banyak ditorehkan. Parade drama, pentas inagurasi dan pentas tunggal merupakan kegiatan-kegiatan yang selama ini digelar Teater Bissik. Menunjukkan eksistensinya Teater Bissik kembali memper...