Langsung ke konten utama

Swaragama Broadcasting Competition Menyapa MMTC

Swaragama Broadcasting Competition Menyapa MMTC

Setelah hadir di beberapa kampus di Yogyakarta seperti STIE YKPN, Universitas Gadjah Mada (Fakultas Teknik) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Santa Dharma, Institut Seni Indonesia (ISI), Atmajaya,  kini Swaragama Broadcasting Competition menyapa MMTC, pada hari Jumat (27/3).
Bertempat di MMTC Radio, sekitar 18 mahasiswa mengikuti lomba ini dari 23 orang peserta yang terdaftar. Para peserta ini didominasi oleh kru-kru MMTC Radio, 1 orang dari UGM , 4 orang dari AKRB, dan sisanya dari universitas Janabadra. Menurut keterangan Rofa selaku panitia dari pihak MMTC dalam acara ini mengatakan bahwa adanya peserta dari luar MMTC dikarenakan alasan mungkin peserta tersebut berhalangan hadir saat lomba itu diadakan di kampus asal mereka sehingga peserta tersebut bisa ikut lomba di MMTC.”
Annaouncer Swaragama, Kak Analis didapuk sebagai juri dalam acara ini.  Adapun materi yang  dilombakan adalah opening,  isi (hanya cuplikan atau intinya saja sesuai keinginan peserta) dan closing. Dimana tiap peserta diberi waktu  2-3 menit.
 “Aku ingin menambah pengalaman dan belajar ngomong di depan orang”  kata Dita salah satu peserta Swaragama Broadcasting Competition dari MMTC membeberkan tujuannya ikut acara ini. Untuk mengikuti kompetisi ini Ia mengaku sering mendengarkan Swaragama FM dan menyiapkan materi. Usahannya pun tak sia-sia karena akhirnya Ia berhasil lolos ke putaran final.
Acara ini sukses dilakukan dalam waktu 3 jam dengan dimulai pukul 13.00 WIB  dan berakhir pukul 15.00. Dibuka dengan free class pada pukul 13.00 WIB yang sifatnya terbuka untuk umum, dan dilanjutkan dengan broadcasting competition hingga pukul 15.00 WIB.

Kemudian tiap-tiap kampus akan diambil 2 terbaik untuk kemudian di tandingkan dalam final pada keesokan harinya (28/3) dalam acara Talkshow yang diadakan di Edu Hostel mulai pukul 07.00 WIB. Dan diambil 3 besar. Pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai, sertiikat pemenang, plakat penghargaan dan voucer discount kelas reguler One Stop Training Center (STC).
Selain menggandeng Kompas, Tribun Jogja, Pamit Yangzan, Gudegnet, Info Seni Jogja, Beranda Jogja dan Eventweb sebagai sponsor. Acara ini juga turut  didukung oleh 45 orang panitia dimana tiap kampus masing-masing 5 orang panitia. Menurut keterangan Rofa selaku panitia dari pihak MMTC dalam acara ini mengatakan bahwa 5 orang panitia dari pihak MMTC telah berusaha mencari cari peserta dan tempat, menyediakan proyektor dan alat-alat , selebihnya (termasuk sponsor) dari FTC. Selain itu, panitia dari pihak MMTC juga telah menyebar poster dan menguploadnya di sosial media sebagai upaya promosi dan mencari peserta . 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268 “ Pulang ke kotamu . Ada setangkup haru dalam rindu . Masih seperti dulu tiap sudut . Menyapaku . Bersahabat penuh selaksa makna . Terhanyut aku akan nostalgia . Saat kita sering luangkan wakt u. Nikmati bersama suasana jogja ......” Dua punakawan kondang sedang on the way menuju bumi. Seiring dengan lantunan merdu lirik yang terdengar saat mereka melintasi kayangan dalam perjalanan menuju ke bumi dan mendarat tepat di suatu kota yang indah bernama Yogyakarta. Lagu yang dinyayikan makhluk bumi yang disebut manusia. Sebelum mereka sampai ke Yogyakarta mereka bertransformasi ke wujud manusia. Agar terlihat normal. Petruk : Reng, kepriye yen awak e dewe ngerubah wujud dadi manungso? Gareng : Lho la ngopo? Petruk : Yo ben ketok normal to, mosok awak e dewe melakukan peyelidikan nganggo wujud koyo ngene. Engko sing ono kabeh podo wedi. Gareng : Ooooo yo bener-bener. Yo wis ayo ngerubah wujud da...

SOSOK

Putri Juragan Sapi Sang Dewi Kemaritiman Nusantara   Dialah Susi Pudjiastuti (sekarang berusia 50 tahun) sang Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dirinya resmi mengawal birokrasi dibawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tergabung dalam Kabinet Kerja 2014-2019, pasca pengumuman dan pengangkatan resmi atas dirinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Oktober 2014 lalu. Dibawah kepemipinannya wanita asal Pengandaran ini yakin bahwa “Indonesia harus jaya di kelautan. 70 persen adalah laut, dengan goodwill semua pihak bisa”. Menggantikan posisi Sharif Cicip Sutarjo pada kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014. Tentunya publik memiliki banyak harapan pada sosok Susi Pudjiastuti sebagai pemimpin kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Harapan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik dan sejahtera khususnya di sektor ke...

Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan

Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan Oleh : Merita Ratih Indriyana             Kelebihan memang mempunyai arti yang menyenangkan dan cenderung punya image positif bagi kebanyakan orang. Namun apa jadinya jika hal positif tersebut ternyata malah pada akhirnya menyingkap kekurangan yang patut diwaspadai?. Ini pulalah yang terjadi pada tayangan-tayangan di televisi indonesia saat ini. “Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan” rasanya bukan judul yang berlebihan untuk tulisan ini.             Saat rating menjadi suatu hal yang didewakan, maka mutu dan kualitas tayangan menjadi tak dihiraukan. Padahal tayangan pada hakikatnya bukan hanya untuk rating. Namun untuk menjadi tontonan dan tuntunan bagi pemirsanya. Jika dulu kehancuran bangsa dikarenakan perang antar bangsa, maka sekarang dikarenakan perang media. Itu faktanya. Imbasnya tentu pada masyarakat Indonesia sendiri dan pad...