Langsung ke konten utama

Pentas Tunggal ke-26 IKIP PGRI Madiun

Pentas Tunggal ke-26 IKIP PGRI Madiun

Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata – kata
( W.S. Rendra )

Begitulah penggalan puisi karya W.S Rendra yang berjudul “Paman Doblang”. Puisi ini sekaigus menjadi motto dari Teater Bissik. Teater Bissik merupakan salah UKM di IKIP PGRI MADIUN yang bergerak di bidang seni pertunjukan. Berdiri pada tanggal 12 November 2002, Mengacu pada motto itulah, Teater BISSIK hidup dengan begitu dinamis, eksistensi dan loyalitas mengakar begitu kuat pada hati para anggotanya, hal itupun mengakar tanpa adanya doktrin-doktrin namun tumbuh dengan kecintaan, kesadaran serta keikhlasan. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia seni khususnya dunia pentas teater dan akting telah banyak ditorehkan. Parade drama, pentas inagurasi dan pentas tunggal merupakan kegiatan-kegiatan yang selama ini digelar Teater Bissik.
Menunjukkan eksistensinya Teater Bissik kembali mempersembahkan karya dalam  pentas tunggal ke-26 dengan judul PATRAP, Sabtu (23/5). Pentas Tunggal memang rutin  digelar setiap tahun dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, serta untuk mempererat keakraban antar anggota.
Didukung 15 orang pemain PATRAP berkisah tentang isu-isu kekerasan dan carut-marut korupsi, kolusi ataupun nepotisme (KKN) yang terjadi di Indonesia melalui perwujudan tokoh wartawan bernama Udin. PATRAP adalah besutan  Mas Mamik Wae  yang merupakan sutradara sekaligus pelatih syarat makna. Dalam durasi 120 menit, pertunjukan ini berhasil menarik perhatian penonton. Berbagai lapisan masyarakat memadati gedung Korpri Madiun pagi itu.
Persiapan dilakukan kurang lebih selama dua bulan. “para pemain harus memiliki persiapan fisik dan mental. Selain itu harus menyiapkan diri dan melatih diri untuk sabar”. Tutur Arifah Budiarti, salah satu pemian dalam pentas tunggal ini.
Setelah pertunjukan, acara dilanjutkan dengan sarasehan. Pada sesi ini penonton diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pertunjukan atau bahkan memberikan kritik dan masukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268 “ Pulang ke kotamu . Ada setangkup haru dalam rindu . Masih seperti dulu tiap sudut . Menyapaku . Bersahabat penuh selaksa makna . Terhanyut aku akan nostalgia . Saat kita sering luangkan wakt u. Nikmati bersama suasana jogja ......” Dua punakawan kondang sedang on the way menuju bumi. Seiring dengan lantunan merdu lirik yang terdengar saat mereka melintasi kayangan dalam perjalanan menuju ke bumi dan mendarat tepat di suatu kota yang indah bernama Yogyakarta. Lagu yang dinyayikan makhluk bumi yang disebut manusia. Sebelum mereka sampai ke Yogyakarta mereka bertransformasi ke wujud manusia. Agar terlihat normal. Petruk : Reng, kepriye yen awak e dewe ngerubah wujud dadi manungso? Gareng : Lho la ngopo? Petruk : Yo ben ketok normal to, mosok awak e dewe melakukan peyelidikan nganggo wujud koyo ngene. Engko sing ono kabeh podo wedi. Gareng : Ooooo yo bener-bener. Yo wis ayo ngerubah wujud da...

SOSOK

Putri Juragan Sapi Sang Dewi Kemaritiman Nusantara   Dialah Susi Pudjiastuti (sekarang berusia 50 tahun) sang Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dirinya resmi mengawal birokrasi dibawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tergabung dalam Kabinet Kerja 2014-2019, pasca pengumuman dan pengangkatan resmi atas dirinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Oktober 2014 lalu. Dibawah kepemipinannya wanita asal Pengandaran ini yakin bahwa “Indonesia harus jaya di kelautan. 70 persen adalah laut, dengan goodwill semua pihak bisa”. Menggantikan posisi Sharif Cicip Sutarjo pada kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014. Tentunya publik memiliki banyak harapan pada sosok Susi Pudjiastuti sebagai pemimpin kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Harapan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik dan sejahtera khususnya di sektor ke...

Kisah Maja di Peristirahatan Terakhir Sang Tereksekusi

Kisah Maja di Peristirahatan Terakhir Sang Tereksekusi Seminggu sudah berlalu semenjak peristiwa eksekusi mati yang dijatuhkan pada 9 terpidana mati di Lapas besi Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah (29/4). Salah satu terpidana mati tersebut adalah Raheem Agbaje Salami alias Stefanus Jamiu Owulabi Abashin. Ia akhirnya tak bisa menghindar dari eksekusi mati. Dini hari (29/4) terpidana perkara narkotika asal Nigeria itu menghadapi regu tembak Polda Jateng di Lapas Besi Nusakambangan. Permintaan terakhirnya sebelum dieksekusi adalah dimakamkan di Madiun tempat kekasihnya tinggal. Sehingga Usai misa di PMM jenazah dibawa ke bawa ke TPU Pace keras di Jalan Serayu kota Madiun untuk dimakamkan. Namun taukah kamu jika ternyata di TPU pace keras tempat peristirahatan terakhir Raheem sang tereksekusi menyimpan cerita??? Nah lo pasti mikirnya udah yang horor-horor yaaaa ??. Kisah nya bukan kisah mistis kok. Ini bukan soal penampakan atau hantu gentayagan lo. Melainkan kisah tentang buah...