Langsung ke konten utama

MMTC Punya

MMTC Punya

                Pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya bagi yang menyandang gelar mahasiswa yang kerap dituntut memperbanyak referensi baca dan pengetahuan demi tugas. Sehingga mau tak mau para mahasiswa harus rajin mengunjungi perpustakaan. Melihat fenomena tersebut seiring perkembangan jaman perpustakaan mengalami perubahan baik dari bangunan yang dirancang senyaman dan se-cozy mungkin sebagai tempat mencuri ilmu. Perpustakaan juga menjadi tempat yang semakin oke dengan dukungan teknologi.
                Begitu pula halnya dengan Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta yang bertanggung jawab atas pemenuhan ilmu pengetahuan para mahasiswa sekaligus mewujudkan tempat belajar yang nyaman. Maka Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Yogyakarta memperbaiki sarana dan prasarana dalam hal ini adalah perpustakaan. Terletak di lantai dua tepat di atas ruang dosen program studi Manajemen Pemberitaan (Manarita) berikut deskripsi perpustakaan MMTC.
v  Fasilitas
Walau nggak terlalu besar dan terkesan penuh, tetapi sebenarnya perpus MMTC punya fasilitas yang cukup lengkap lho. Seperti perpustakaan kampus lain,  perpus MMTC juga ditunjang dengan fasilitas internet (wifi) yang bisa bebas dipakai oleh para mahasiswa. Maka tak heran jika tiap hari ada saja mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan walaupun hanya sekedar untuk ber wifi ria. 
v  Koleksi
Sebagai sekolah tinggi yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi sekaligus sekolah broadcast terbaik di Indonesia. Tentu saja koleksi buku-buku yang ada di perpus MMTC sebagian besar merupakan buku-buku berbau broadcasting. Mulai dari buku teknik editing, audio, lighting, dan masih banyak lagi. Semua koleksinya menunjang mata kuliah dari masing-masing program studi. Adapula koleksi novel yang bisa dijadikan referensi bagi para mahasiswa yang ingin membuat naskah. Selain buku berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris, ada pula buku berbahasa Jepang. Terdapat lebih dari 22.239 buku dan koleksi audio dan video pendukung pembelajaran dan sumber informasi lainnya.
 serta ruang baca yang tenang dan nyaman.
v  Sistem Pencarian
Sistem pencarian buku di perpus MMTC sama seperti perpus di kampus lainnya. Kita hanya perlu mengetik judul buku yang diinginkan pada kolom search komputer pencarian akan keluar daftar dan kode buku.Terbagi kedalam 6 rak, buku-buku ditata sesuai dengan kategori isi atau pembahasan buku. Sistem pencarian di perpus MMTC ini tidak hanya terbatas pada buku saja loh, melainkan juga ada koleksi audio video, majalah, video, dan jurnal.
Keistimewaan lain perpus MMTC adalah adanya hak akses bagi seluruh civitas MMTC pada ProQuest Research Library yang merupakan salah satu jurnal internasional yang sering direkomendasikan. Cukup dengan memasukkan alamat    http://searchproquest.com pada browser kemudian masukkan username dan password yang telah ditentukan.
v  Atmosfer
Suasana perpustakaan MMTC terkesan serius. Suasananya yang tenang sangat memudahkan mahasiswa untuk berkonsentrasi pada bacaan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268

Petruk Lan Gareng Sobo Hadeging Nagari Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat 268 “ Pulang ke kotamu . Ada setangkup haru dalam rindu . Masih seperti dulu tiap sudut . Menyapaku . Bersahabat penuh selaksa makna . Terhanyut aku akan nostalgia . Saat kita sering luangkan wakt u. Nikmati bersama suasana jogja ......” Dua punakawan kondang sedang on the way menuju bumi. Seiring dengan lantunan merdu lirik yang terdengar saat mereka melintasi kayangan dalam perjalanan menuju ke bumi dan mendarat tepat di suatu kota yang indah bernama Yogyakarta. Lagu yang dinyayikan makhluk bumi yang disebut manusia. Sebelum mereka sampai ke Yogyakarta mereka bertransformasi ke wujud manusia. Agar terlihat normal. Petruk : Reng, kepriye yen awak e dewe ngerubah wujud dadi manungso? Gareng : Lho la ngopo? Petruk : Yo ben ketok normal to, mosok awak e dewe melakukan peyelidikan nganggo wujud koyo ngene. Engko sing ono kabeh podo wedi. Gareng : Ooooo yo bener-bener. Yo wis ayo ngerubah wujud da...

SOSOK

Putri Juragan Sapi Sang Dewi Kemaritiman Nusantara   Dialah Susi Pudjiastuti (sekarang berusia 50 tahun) sang Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dirinya resmi mengawal birokrasi dibawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tergabung dalam Kabinet Kerja 2014-2019, pasca pengumuman dan pengangkatan resmi atas dirinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 26 Oktober 2014 lalu. Dibawah kepemipinannya wanita asal Pengandaran ini yakin bahwa “Indonesia harus jaya di kelautan. 70 persen adalah laut, dengan goodwill semua pihak bisa”. Menggantikan posisi Sharif Cicip Sutarjo pada kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014. Tentunya publik memiliki banyak harapan pada sosok Susi Pudjiastuti sebagai pemimpin kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Harapan bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik dan sejahtera khususnya di sektor ke...

Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan

Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan Oleh : Merita Ratih Indriyana             Kelebihan memang mempunyai arti yang menyenangkan dan cenderung punya image positif bagi kebanyakan orang. Namun apa jadinya jika hal positif tersebut ternyata malah pada akhirnya menyingkap kekurangan yang patut diwaspadai?. Ini pulalah yang terjadi pada tayangan-tayangan di televisi indonesia saat ini. “Ketika Kelebihan Menjadi Kekurangan” rasanya bukan judul yang berlebihan untuk tulisan ini.             Saat rating menjadi suatu hal yang didewakan, maka mutu dan kualitas tayangan menjadi tak dihiraukan. Padahal tayangan pada hakikatnya bukan hanya untuk rating. Namun untuk menjadi tontonan dan tuntunan bagi pemirsanya. Jika dulu kehancuran bangsa dikarenakan perang antar bangsa, maka sekarang dikarenakan perang media. Itu faktanya. Imbasnya tentu pada masyarakat Indonesia sendiri dan pad...